Kamis, 04 Agustus 2016

Internet Of Things dan Implementasi Internet of Things dalam Kehidupan Sehari-hari

INTERNET of Things (IoT) sudah mulai merasuki segala lini kehidupan kita. Tak cuma di rumah, IoT telah menginvasi tempat kerja, pabrik, rumah sakit, dan lain sebagainya. 

       Bukan hanya menjanjikan kemudahan dan kenyamanan hidup, tetapi IoT juga menyajikan potensi ekonomi dan bisnis yang luar biasa. Data IDC memperkirakan, pada tahun 2020, IoT dan ekosistem teknologi di sekitarnya akan menciptakan pasar senilai US$ 8,9 triliun.
        Sementara itu, jumlah peranti yang saling terkoneksi juga meningkat pesat. Bahkan menurut IDC, tak kurang dari 212 miliar piranti akan saling terkoneksi pada tahun 2020.

Lalu apa itu Internet Of things? Seberapa pengaruhnya teknologi tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu IoT?

        Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep/ skenario dimana suatu objek berkemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan internet.

        'A Things' pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah.
Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakan, dan gas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau 'smart' (contoh: smart label, smart meter, smart grid sensor).

Konsep Internet of Things

       Meskipun konsep ini kurang populer hingga tahun 1999, namun IoT telah dikembangkan selama beberapa dekade. Alat internet pertama, misalnya, adalah mesin Coke di Carnegie Melon University di awal 1980-an.

       Para programer dapat terhubung ke mesin melalui internet, memeriksa status mesin dan menentukan apakah ada atau tidak minuman dingin yang menunggu mereka, tanpa harus pergi ke mesin tersebut.
Istilah Internet of Things mulai dikenal tahun 1999 yang saat itu disebutkan pertama kalinya dalam sebuah presentasi oleh Kevin Ashton, Co-founder and Executive Director of the Auto-ID Center di MIT.

Penerapan Internet of things


    Beberapa vendor teknologi terkemuka pun sudah banyak menerapkan dari masuknya IoT, contohnya Samsung yang sepertinya sudah siap menyongsong era Internet of Things itu.

     Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menghadirkan mesin cuci, kulkas, dan televisi yang dapat dikontrol dengan smartphone atau smartwatch pada gelaran CES 2016, Januari lalu.


      Samsung bukan satu-satunya yang menyuguhkan teknologi masa depan. Google, LG, dan Apple pun siap menyambut era Internet of Things itu.

      LG Electronics telah memperkenalkan fitur Home Chat untuk peralatan rumah tangga seri premium pada awal Mei lalu. Peralatan itu antara lain mesin cuci, kulkas, dan microwave oven.

     Home Chat memungkinkan konsumen mengontrol dan memonitor perangkat elektroniknya lewat smartphone dari jarak jauh. Untuk itu, LG menggandeng penyedia aplikasi layanan pesan instan LINE, yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan peralatan rumah tangganya.

       Pihak Apple pun melihat maraknya inovasi dalam produk peralatan rumah tangga, Apple pun tertarik menawarkan konsep rumah pintar dalam acara Worldwide Developers Conference di San Francisco, AS, beberapa waktu lalu. Sepertinya era Internet of Things tak lama lagi bakal terwujud.

Kesimpulan




       Internet of Things (IoT) menggambarkan terhubungnya semua benda ke jaringan internet. Seperti contoh dari penerapan di atas, yang terhubung bisa berupa tirai, televisi, coffee maker, tempat tidur, garasi, meja, pulpen, gelang--semuanya.

      Semua perangkat tersebut memiliki sensor sehingga bisa mengenali lingkungan sekitarnya. Sesama perangkat IoT juga bisa 'berbicara' satu sama lain, sehingga tercipta ekosistem yang membuat semua hal bisa terjadi secara otomatis.

      Ke depannya, kemungkinan yang bisa diciptakan IoT sangat luas dan tidak terbatas di dalam rumah. Platform IoT bisa menjadi basis smart city untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga.
Platform IoT juga bisa digunakan di mesin industri, yang akan memonitor kinerja tiap mesin secara real-time sehingga setiap masalah bisa diketahui dengan cepat. Singkat kata, peluang IoT sangat luar biasa


Belakangan ini istilah Internet of Things (IoT) sedang naik daun. Sebenarnya, IoT itu makhluk apa sih? Penjelasan sederhananya, Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan Internet. Sehingga, dapat menjalankan sebuah fungsi secara otomatis. Misalnya, sebuah kulkas dapat melacak jika persediaan telur Anda sudah mau habis. Kemudian, lewat perantara Internet, ia mengirimkan notifikasi agar Anda segera belanja.
Pemanfaatan IoT tentu bukan hanya membuat kulkas pintar. Terdapat begitu banyak implementasi IoT lain yang bisa membuat hidup manusia jadi lebih mudah. Bahkan, hadirnya development board seperti Arduino, Raspberry Pi, Intel Edison, dan Intel Galileo pun mendorong para makers berinovasi di sektor IoT ini.
Ingin tahu seperti apa? Berikut lima implementasi IoT dalam kehidupan sehari-hari yang sebagian besar sudah bisa Anda miliki. Bahkan, ada juga yang dapat Anda bangun sendiri.
Memonitor Bayi dengan Kimono Cerdas
Sekilas, kimono bernama Mimo ini tampak seperti baju bayi pada umumnya. Hanya saja, hiasan berbentuk kura-kura yang terdapat padanya mampu mengirim data ke receiver berwujud bunga teratai, yang kemudian mengirimkan informasi ke aplikasi iOS atau Android via koneksi Internet.
Regular_Image_1_MimoKimono ini mampu memonitor napas, posisi tubuh, aktivitas tidur, dan temperatur kulit bayi yang dapat Anda lacak secara real-time via aplikasi khusus pada ponsel. Satu lagi, karena terdapat mikrofon pada aksesori kura-kura tadi, Anda juga dapat mendengar suara di sekitar bayi.
Sepeda Pintar yang Mampu Merekomendasikan Rute
Sepeda adalah salah satu peralatan olah raga yang tepat disandingkan dengan IoT. Vanhakws, perusahaan rintisan asal Toronto, Kanada, melihat ini sebagai peluang besar. Mereka merancang connected bicycle buat pengendara urban. Proyek Kickstarter ini memikat begitu banyak netizen hingga mendulang crowdfunding senilai US$ 820 ribu atau sekitar Rp 11,3 miliar.

Sepeda bernama Valour ini dilengkapi general positioning system atau GPS dan beragam sensor serta koneksi Wi-Fi dan Bluetooth untuk memudahkan berkomunikasi dengan ponsel atau jam pintar. Valour dapat mendeteksi kendaraan yang ada di blindspot pengendara untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan.
Selain itu, setiap digunakan, sepeda ini akan merekam data perjalanan. Misalnya, apakah ada lubang pada rute yang dilewati. Pada sesi bersepeda berikutnya, Valour, sepeda premium yang dijual dengan harga mulai dari US$ 1.249 (sekitar Rp17,2 juta) dapat merekomendasikan rute yang lebih nyaman untuk dilewati.
Menyiram Tanaman Secara Otomatis
Alat penyiram tanaman otomatis sudah tersedia sejak lama. Berbeda dengan yang sudah ada, sistem bernama OpenSprinkler ini lebih pintar karena tidak hanya mampu menyiram tanaman sesuai jadwal. Ini juga berdasarkan kondisi kelembapan tanah. Akibatnya, penggunaan air jadi lebih efisien. OpenSprinkler, yang dikembangkan oleh mantan editor Wired, Chris Anderson, dan Rui Wang ini, terhubung ke internet via Ethernet atau Wi-Fi.
Regular_Image_3_Menyiram_tanaman_secara_otomatis
Jika Anda suka ngoprek dan mencari sistem penyiraman tanaman pintar buat di rumah, OpenSprinkler tersedia dalam paket DIY (Do It Yourself). Atau jika tidak mau repot, terdapat juga alat siap pakai yang dibangun dengandevelopment board Arduino dan Raspberry Pi.
Colokan Listrik Pintar
Colokan pintar, atau smart plugs dengan koneksi Wi-Fi ini menjadi perantara antara colokan biasa di rumah Anda dengan peralatan rumah tangga seperti oven atau lampu. Alat ini bisa digunakan utuk menyalakan atau mematikan sambungan listrik lewat aplikasi ponsel dari mana saja, asalkan dalam jangkauan Internet.
Regular_Image_4_Colokan_listrik_pintar
Beberapa colokan pintar bahkan mampu memonitor berapa daya yang digunakan. Anda pun dapat menghemat energi, yang ujung-ujungnya menekan biaya. Walaupun pada awalnya Anda harus boros, karena investasi untuk membeli colokan pintar ini tidak murah. Sekadar informasi, alat ini dijual dengan kisaran harga 50 dolar AS (Belkin WeMo Switch) hingga 160 dolar AS (Plugwise Home Start). Jika tertarik membuat colokan pintar sendiri, Anda bisa melihat proyek DIY ini.
Sistem Peringatan Bencana
Suka merasa was-was saat meninggalkan rumah? Mungkin sudah saatnya Anda memasang alat seperti Ninja Sphere. Alat ini merupakan hub yang dapat tersambung dengan bermacam sensor dan alat pintar buatan brand lain, seperti sensor suhu, sensor gerakan, lampu pintar, colokan pintar, dan banyak lagi.
Regular_Image_5_Sistem_peringatan_bencana
Ninja Sphere, yang terhubung ke Internet lewat Wi-Fi ini, mampu menarik data dari sensor yang berada dalam jaringan rumah. Contohnya, suhu luar dan dalam ruangan. Ketika ada lonjakan suhu secara mendadak, Anda akan mendapat notifikasi via aplikasi ponsel. Anda pun dapat menghubungi tetangga atau pihak yang berkepentingan untuk melakukan pengecekan sebelum terlambat. Alat ini dijual dengan harga US$ 250 dolar AS atau sekitar Rp 3,5 juta.
Anda dapat membangun sendiri sistem peringatan dini di rumah secara DIY dengan memanfaatkan CISECOLibelium Waspmote, RasWIK, atau PiCrust. Selain bisa menekan biaya, Anda dapat memasang sensor-sensor pada posisi yang benar-benar membutuhkan pengawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar